Cara Memilih Parabola Agar tidak Menyesal Kemudian

Sponsor

Antena Parabola Mini - Dish parabola menjadi point yang paling penting untuk menikmati siaran tv satelit bebas biaya. Pastikan anda membeli parabola yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Banyak hal yang harus diketahui agar anda dapat memilih jenis parabola yang bagus, awet, dan berkualitas. Seiring perkembangan zaman, siaran televisi analog sudah mulai di tinggalkan oleh pemirsa di Indonesia. Perlahan tapi pasti, masyarakat mulai beralih ke tayangan digital terestrial DVB-T2 atau digital satelit.

Bukan tanpa alasan, saat ini tontonan dengan kualitas gambar yang jernih sudah menjadi satu kebutuhan yang utama. Apalagi, di dukung dengan beragamnya pilihan TV LED dengan berbagai ukuran. Hal ini membuat kebutuhan akan parabola terus meningkat secara signifikan.

Dilansir dari wikipedia, antena parabola merupakan sebuah antena berdaya jangkau tinggi yang di pakai untuk komunikasi radio, televisi dan data. Parabola terbagi ke dalam dua jenis yaitu parabola jaring dan solid, dimana masing-masing mempunyai kelebihan maupun kekurangan.

Berikut saya akan mengulas Cara Memilih Parabola Yang Bagus Agar Tidak Menyesal Kemudian.

Parabola Jaring atau Solid

Parabola Jaring

Bagus atau tidaknya, mengenai antena parabola dengan dish solid atau jaring itu relatif, karena banyak aspek yang mempengaruhinya. Semua di kembalikan kepada kebutuhan anda sendiri. Tentukan kebutuhan kamu, baru kemudian bisa memilih jenis dish yang tepat.

Parabola jaring di pergunakan pada frekuensi C Band sedangkan parabola mini tipe solid lebih dominan untuk frekuensi Ku Band.

Perlu kamu ketahui, hujan akan mempengaruhi kualitas penangkapan sinyal satelit. Untuk hal ini, dish besar baik jaring ataupun solid pasti lebih unggul dalam penerimaan sinyal, apalagi jika menggunakan frekuensi C Band. Hujan seolah tidak terlalu berpengaruh terhadap kulitas siaran yang kamu terima.

Sedangkan antena parabola mini dengan dish solid kesulitan menangkap sinyal pada saat hujan. Hal ini, karena jalur Ku Band memang lemah terhadap gangguan cuaca.

Oiya, parabola solid akan menampung air sehingga akan mengganggu penangkapan sinyal dari dish ke LNB. Oleh karena itu, sebaiknya lock satelit yang sinyalnya luber.

Dish jaring, lebih unggul terhadap angin dibandingkan dengan jenis dish solid. Angin yang kuat akan membebani parabola solid, karena tidak adanya lubang atau sirkulasi pada dish. Hal ini akan membuat tiang penyangga parabola solid mendapat beban yang lebih banyak.

Selain itu, dish solid relatif lebih cepat rusak, berkarat dan harga satu set perangkat nya lebih mahal. Untuk urusan sinyal, memang parabola solid jagonya karena lebih sensitif.

Parabola Mini atau Besar

Antena Parabola Mini

Parabola besar sebenarnya lebih baik daripada yang berukuran kecil. Semakin besar dish, maka penangkapan sinyal satelit akan semakin efektif. Menurut saya, dish besar ini lebih banyak kelebihan daripada kekurangannya.

Harga satu set perangkat parabola besar baik jaring maupun solid, relatif lebih mahal. Pemasangan membutuhkan teknisi berpengalaman, boros tempat dan tidak enak di lihat.

Tahukah kamu, saat ini penggunaan parabola mini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi sekarang sudah ada Ninmedia di satelit Chinasat 11, K Vision di satelit Measat 3a dan Nex Parabola di Ses 9 yang sinyalnya kuat mencakup seluruh indonesia.

Jadi, ukuran dish mini tidak jadi masalah jika hanya lock Ninmedia, kavision atau nex parabola saja. Biaya yang dikeluarkan pun semakin murah. Hanya dengan biaya 300 ribuan saja sudah bisa mendapat siaran satelit dari Ninmedia.

Baca : Saatnya Beralih Ke Siaran TV Digital Bebas Biaya

Kelebihan parabola mini :

  • Cocok di pasang di daerah yang diarang menggunakan parabola besar
  • Simple karena tidak membutuhkan ruang yang banyak
  • Mudah dalam pemasangan
  • Biaya lebih murah

Kelemahan parabola mini :

  • Channel parabola mini biasanya di huni oleh channel berbayar dan di acak, kecuali Ninmedia
  • Sinyal rentan terganggu saat hujan karena dish mini menggunakan LNB Ku Band. Hujan dapat menyebabkan hilang sinya atau macet. Jadi lock Ninmedia saja, solusinya saat traking dapatkan sinyal diatas 60 Bar, kalau bisa 80 keatas biar aman meski hujan.

Baca : Mengatasi Sinyal Hilang Saat Hujan Pada Parabola Mini

3. Pilih Receiver Yang Tepat

Receiver Parabola

Varian receiver yang beredar di tanah air sudah banyak sekali. Ada Receiver Free To Air juga Receiver Free To View. Jangan sampai salah membeli receiver.

Receiver terbagi ke dalam dua jenis :

  • Receiver Rekomendasi
  • Receiver Non Rekomendasi

Receiver Rekomendasi

Dalam dunia parabola mini, dikenal dengan yang namanya Receiver Rekomendasi. Apa maksudnya?

Operator satelit tertentu seperti Ninmedia, Garmedia atau K Vision, Transvision, Matrik Ses 9, MNC Vision, Big Tv menyediakan receiver rekomendasi mereka masing-masing.

Contoh yang paling mudah Ninmedia.

Ninmedia menyediakan siaran televisi gratis yang dapat dibuka oleh semua merk receiver apaapun dan ada juga channel yang hanya dapat dibuka oleh receiver yang di rekomendasikan oleh pihak ninmedia.

Kelebihan Receiver Rekomendasi dapat menonton siaran televisi yang gratis maupun berbayar.

Kelemahan receiver rekomendasi harganya lebih mahal dan fitur yang terbatas.

Baca : Daftar Satelit Parabola Yang Mudah Di Lock Seluruh Indonesia

Receiver Non Rekomendasi

Receiver non rekomendasi tidak terikat dengan provider satelit manapun. Kita bisa membeli dengan harga yang jauh lebih murah, tetapi memiliki fitur yang lebih lengkap daripada receiver rekomendasi satelit tertentu.

Bisa di pakai di Parabola Besar maupun Parabola Kecil, kita lebih bebas membeli receiver sesuai dengan keinginan.

Apakah kelebihan nya cukup sampai disitu? Tentu tidak, masih ada keuntungan lainnya.

Selain itu, receiver non rekomendasi juga bisa dipakai pada Parabola Jaring maupun Parabola Mini.

Fitur yang umum ada pada receiver non rekomendasi :

  • Bisa input kode Biss Key bahkan ada yang Auto Biss
  • Membuka kode acakan PowerVu bahkan autoroll
  • Membuka tipe acakan jenis lainnya
  • Bisa mengurutkan nomor channel sesuai keinginan
  • Lebih sering update firmware
  • Support lebih banyak format siaran
  • Support multimedia dan koneksi HDMI

Nah, cukup keren bukan keuntungan memakai receiver non rekomendasi. Akan tetapi, setelah ada kelebihan pasti terdapat kelemahan.

Kelemahan receiver non rekomendasi terutama digunakan pada parabola mini :

  • Tidak dapat membuka siaran televisi yang berlogo dollar $
  • Suara dan gambar tidak singkron dalam kondisi tertentu ( biasanya acakan suara oleh pihak provider )
Parabola Mini Tv satelit

Syarat receiver agar bisa menikmati TV Satelit FTA ( contoh siaran Free To Air yaitu Trans TV, KTV, Trans 7, Spacetoon, RTV, My TV, ANTV dan Net TV ) dengan kualiatas bagus hanya support MPEG-4 atau HD. Tidak perlu bermacam-macam fitur. Tapi sekarang recevier seharga 150 ribuan sudah banyak fitur nya.

Kalau saya pakai Skybox A1 New AVS+ 8mb murah meriah kualitas bagus. Jika ada masalah pada receiver, support forum cukup banyak untuk mengatasinya.

Baca : Cara Memperbaiki Receiver Skybox

Alternatif saya lebih memilih Receiver Matrik Burger S2 yang mini, sama saja murah tapi bagus.


Dari beberapa tips cara memilih parabola yang bagus yang sudah saya uraikan diatas, tentunya anda sudah mendapat gambaran kira-kira parabola tipe apa yang anntinya akan di beli, berikut dengan receivernya. Tinggal pilih sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Nah, demikian pembahasan mengenai cara memilih parabola agar tidak menyesal kemudian. Semoga pembahasan kali ini bisa menjadi referensi dan memberi manfaat untuk sahabat Herfia.

Tentang Penulis

" Mungkin tidak banyak kebaikan yang bisa kulakukan, hanya sedikit goresan pena ini yang berharap bisa bermanfaat untuk semuanya. By Herfia."

enterlaptop-phonerocket linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram