Antara Kupu Kupu dan Duri
Sudah lama saya tidak menyapa sobat herfia, banyak hal diluar sana yang harus saya selesaikan. Juga banyak hal yang menjadi halangan sehingga saya tidak bisa online.
Ada sebuah kondisi di bulan januari 2010 ini yang harus saya selesaikan dengan sebuah keputusan. Mungkin keputusan yang saya ambil akan menentukan masa depan saya selanjutnya. Saya sebagai manusia hanya bisa berencana dan berbuat yang terbaik. Untuk hasilnya, saya serahkan saja pada Tuhan Yang Maha Esa.
Bulan januari 2010, saya dihadapkan pada dua pilihan yaitu kupu-kupu dan duri. Dua hal yang sangat saya butuhkan ini harus saya pilih, mana yang lebih dulu dan mana yang bisa belakangan.
Kupu-kupu, yach seekor mahluk indah yang diciptakan untuk menyejukan mata manusia. Bulan januari ini, ada kupu-kupu yang datang menghampiri. Dia begitu indah, membuat hidup saya menjadi lebih bermakna. Sejak kupu-kupu tersebut datang menghampiri, saya sedikit belajar untuk lebih dewasa. Apapun itu bentuknya, kedewasaan yang ada dalam diri saya harus di buktikan dengan nyata.
Di sisi lain malah ada sebuah jalan yang penuh dengan duri. Bila saya memilih jalan ini, maka ada dua kemungkinan yang akan saya hadapi. Pertama, saya akan berhasil ketika duri yang menghadang bisa di hadapi dan di selesaikan. Kedua, saya akan gagal total dan terpuruk yang akibatnya bukan hanya kupu-kupu yang tidak saya dapatkan. Tetapi, hidup saya pun malah jadi berantakan.
Jalan mana yang harus saya pilih teman? Apakah memilih kupu-kupu atau memilih duri? Puyeng neh frend, ada yang bisa ngasi solusi.
No related posts.



Ceritanya dapet gandengan baru nih??
(maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
bagaimana kalau kupu-kupunya diajak memalui jalan berduri. Kalau gak mau?, ngapain pelihara kupu2 yang hanya mau madu doang.
*jangan ngikutin saran saya ini…